PONOROGO – Suasana khidmat menyelimuti peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di MI Tarbiyatul Islam Coper. Sebagai bentuk penghormatan dan upaya meneladani jejak para pendahulu, madrasah menggelar kegiatan “Ziarah Maqom Auliya’ Ponorogo” pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, yang dengan antusias berkumpul di madrasah sejak pukul 07.00 WIB. Ziarah ini bertujuan untuk mengenalkan para siswa secara langsung kepada tokoh-tokoh ulama, kiai, dan figur bersejarah yang telah berkontribusi besar dalam penyebaran Islam dan pembangunan peradaban di wilayah Ponorogo.
Rombongan siswa yang didampingi oleh para guru dan dewan asatidz memulai perjalanan spiritual mereka mengunjungi delapan maqom (makam) penting di Ponorogo. Perjalanan ini bukan sekadar wisata religi, tetapi menjadi sarana pembelajaran sejarah dan penanaman nilai-nilai karakter.

Adapun delapan tujuan maqom yang dikunjungi adalah:
- KH. Moch Ishaq Coper
- Mbah Nursalim Mantub
- Nyai Basyariyah Pulosari
- Astana Srandil
- Imam Mushahaf Puhgeru
- Batoro Katong
- Mbah Toyyib Joresan
- KH. Muhammad Besari Tegalsari
Di setiap lokasi, para siswa diajak untuk memanjatkan doa bersama, tahlil, dan mendengarkan riwayat singkat (manaqib) dari tokoh yang diziarahi. Kunjungan ke Maqom Batoro Katong, pendiri Ponorogo, dan KH. Muhammad Besari di Tegalsari, pendiri salah satu pondok pesantren tertua di Jawa, menjadi salah satu puncak perjalanan yang memberikan wawasan mendalam tentang akar sejarah kota tersebut.
Kepala MI Tarbiyatul Islam Coper, Siti Mubaidah, S.Pd.I, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian integral dari pendidikan karakter santri.
“Di Hari Santri ini, kami tidak hanya merayakan, tetapi juga ngalap berkah (mencari keberkahan) dan menapaktilasi perjuangan para auliya’. Kami ingin siswa-siswi kami, sebagai generasi penerus, tidak lupa akan akar sejarah mereka. Dengan mengenal para tokoh ini, diharapkan mereka dapat meneladani semangat, keilmuan, dan akhlakul karimah para pendahulu,” ujarnya.
Kegiatan ziarah berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Para siswa kembali dengan membawa pemahaman baru tentang sejarah lokal dan semangat spiritual yang diharapkan dapat memperkuat identitas mereka sebagai santri di era modern.

