
Jumat 19 September 2025 – Suasana pagi di halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyatul Islam terasa lebih istimewa dari biasanya. Di bawah langit yang cerah, seluruh siswa-siswi, dewan guru, dan staf madrasah berbaris rapi dengan seragam kebanggaan mereka. Hari itu, mereka berkumpul untuk melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) yang ke-96.
Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Ustadz Fransisco Dwi Pranoto,yang dengan sigap dan suara lantang bertindak sebagai Komandan Upacara. Dengan langkah tegap dan instruksi yang jelas, memimpin setiap rangkaian upacara dengan disiplin dan tertib.
Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islam, Ibu Siti Mubaidah, S.Pd.I. Kehadirannya di mimbar upacara memberikan aura kewibawaan sekaligus kehangatan bagi seluruh peserta.
Rangkaian upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara, dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi oleh gema lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan serentak oleh seluruh peserta. Suasana menjadi hening sejenak saat mengheningkan cipta untuk mendoakan para pahlawan dan para pendiri Nahdlatul Ulama.
Dalam amanatnya, Ibu Siti Mubaidah, S.Pd.I menyampaikan pesan yang mendalam tentang pentingnya peran LP Ma’arif NU dalam mencerdaskan kehidupan bangsa selama 96 tahun. Beliau menekankan bahwa LP Ma’arif NU tidak hanya bertujuan untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang berkarakter, berakhlakul karimah, dan memegang teguh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
“Peringatan Harlah ke-96 ini adalah momentum bagi kita semua, terutama anak-anakku sekalian, untuk merenungi kembali perjuangan para ulama dalam mendirikan lembaga pendidikan ini. Tugas kalian adalah belajar dengan giat, menjadi siswa yang berprestasi, dan senantiasa menjaga nama baik almamater serta ajaran Islam yang moderat dan cinta tanah air,” ujar Ibu Siti Mubaidah dengan penuh semangat.
Beliau juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh petugas upacara, yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik dan penuh tanggung jawab.
Gema lagu “Mars Syubbanul Wathon” dan “Mars LP Ma’arif” yang dinyanyikan bersama-sama semakin membakar semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap lembaga. Upacara ditutup dengan doa, memohon keberkahan dan kemajuan bagi LP Ma’arif NU dan MI Tarbiyatul Islam di masa mendatang.
Secara keseluruhan, upacara peringatan Harlah LP Ma’arif NU ke-96 di MI Tarbiyatul Islam berjalan dengan lancar dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sebuah seremoni rutin, tetapi juga sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai ke-NU-an, patriotisme, dan semangat belajar kepada seluruh warga madrasah.

